Kenapa (tidak) menjadi seorang konsultan?   

Creator : Agnes Fatah

 

Sering dengar kata-kata konsultan (konsultan bisnis, konsultan SAP, dsb) baik lewat info lowongan kerja, dengar cerita-cerita teman bahkan pernah browsing dan merasa waahh seru juga nih karir. Pekerjaan sebagai konsultan memang seru tapi coba nih baca dulu pros and cons nya yang diceritakan oleh seorang konsultan nya meniti karir biar kamu lebih tau secara garis besar apa aja sih yang dikerjakan oleh seorang konsultan:

PROS

1. A great place to start
Lingkup kerja seorang konsultan itu sangat luas sekali! Pekerjaan ini benar-benar merupakan tempat dimana seseorang bisa mendapatkan ilmu sebanyak-banyaknya. Bisa dibilang a great place to start your career. Karena selain dari segi finansial yang menanjak secara eksponensial di setiap level, kamu juga mendapatkan berbagai macam ilmu penting dari berbagai macam orang yang akan kamu temui rekan kerja, client, partner, project yang kamu lakukan. Plus ada nama seperti konsultan tertulis di CV merupakan nilai plus tersendiri hinggi detik ini.

2. Enhance your skills and knowledge
Selain ilmu pengetahuan baru yang akan kamu dapat seperti yang saya jelaskan sebelumnya, ilmu pengetahuan yang sudah kamu milliki akan semakin bertambah dipakai dan diasah, dan kamu juga bisa melihat dan mengaplikasikannya dari beberapa perspektif.

3. Be in the company of similar minds
Yup. Be with people you can connect with, what would be more enticing and rewarding than that.

4. Build your network
Dalam setahun seorang konsultan tergantung dari kecakapan dan pengalaman mereka biasanya akan mengerjakan 3-4 proyek dalm 1 tahun. Dalam pengejaan proyek tersebut, selain mendapatkan ilmu baru baik yang formal atau yang non-formal, seorang konsultan juga akan bekerja sama dengan orang baru dalam team mereka. Dengan bertemunya orang baru otomatis network kamu semakin bertambah besar dong. Keeping relations is always good, you never know in what ways you can influence each others lifes.

5. A client that listens to you
Kebanyakan klien membayar konsultan karena mereka pengen belajar dari kamu. Jadi, kamu bakal dihormati oleh klien untuk hal-hal yang kerjakan untuk membantu mereka. Bahkan mereka akan memandang kamu sebagai instruktur mereka. Kalau pekerjaan kamu sekarang bersifat operasional harian dan customer kamu berteriak: "GA MAU TAU!" untuk setiap hal yang engga berjalan sesuai dengan rencana mereka, kamu bakal appreciate deh pindah ke konsulting.

 

CONS

1. You have someone who needs to see you everyday, or the other way around
Sejujurnya, jadi konsultan itu memang mirip tentara bayaran. Kamu engga selalu bisa pilih-pilih proyek sesuai keinginan kamu. Jika kamu dapat proyek yang makan banyak waktu atau dikerjakan di luar negeri atau daerah dan sementara kamu punya anak/istri/suami/pacar yang minta ketemu kamu jam 5 sore tiap hari atau kamu sendiri juga tipe orang tidak bisa jauh-jauh dari yang tercinta, yah mungkin akan perlu waktu adaptasi yang lama atau kamu tidak akan menyukai pekerjaan sebagai konsultan.

2. You like where you are, and you have a clear path to the top
Kalau kamu memang sudah bekerja di perusahaan ternama dengan posisi dan jalur karir yang menjanjikan. Serta rekan kerja dan para atasan suka sekali dan respek sama kamu, plus bonus kamu dari tahun lalu belum terpakai. Well, you are living the life you lucky person! tingkatkan aja kinerjamu, tidak usah pindah ke konsulting.

3. Or you just want a stable job
Seorang konsultan bekerja sesuai dengan permintaan proyek. Jika kamu diberi banyak proyek, maka pekerjaan kamu dan pendapatan kamu berlimpah. Jika kamu lagi sepi proyek, maka yah sebaliknya. Tapi yah tetap tidak akan kehabisan uang. Namun jika kamu tidak bisa terima jalur pekerjaan naik turun seperti itu dan ingin sesuatu yang lebih stabil mungkin kamu bisa menjadi konsultan in-house di sebuah perusahaan. Memang gajinya tidak sebesar konsultan lepas namun kegiatan atau pekerjaan kamu akan lebih stabil.

4. You don’t like working with Powerpoint and Excel
Kalau kamu lebih suka menghabiskan hari-hari kamu buat mengajar anak, berlatih karate, ataupun mengoperasikan alat-alat berat ketimbang berjam-jam mantengin laptop benerin rumus Excel, merapihkan grafik-grafik supaya sewarna dan segaris sempurna di Powerpoint, serta meetings. Mungkin konsultan bukan lini pekerjaan buat kamu.

5. You can’t stand a quiet working environment
Dalam dunia konsulting kamu akan sangat sibuk sekali berkolaborasi. Kalau kamu tipe orang yang suka menyendiri, mungkin harus memikirkan lagi apakah konsulting untuk kamu atau bukan.

Dari semua pros and cons yang saya bahas diatas, tidak ada salahnya kamu mencoba masuk ke dunia konsulting karena memang jalur karir ini menjanjikan. Bukan hanya dari segi finansialnya saja namun ilmu pengetahuan yang kamu dapat. Baik itu konsultan bisnis strategi, konsultan SAP, konsultan pajak, konsultan hukum secara garis besar cara bekerja akan sama namun apa yang mereka kerjakan serta client akan berbeda.

Jika kamu tertarik untuk informasi lebih lanjut untuk menjadi seorang konsultan SAP, kamu bisa kunjungi: www.monsoonacademy.com atau email: info@monsoonacademy.com. Karena diantara semua konsultan yang saya sebut mungkin yang paling gampang untuk mendapatkan ilmu dasarnya untuk mulai praktek serta lowongan pekerjaan yang banyak diperlukan oleh client dan perusahaan adalah seorang konsultan SAP.

Mulai karir konsultan mu sekarang juga!!!

Other news you may be interested in


Metode E-Learning: apa saja kelebihan dan kelemahannya?
Monsoon Academy - ERP Workshop
Monsoon Academy - SAP eAcademy
Register for your SAP Associate Consultant Certification Now!
Bagaimana cara supaya mulai terjun di dunia SAP?